Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pengamat Politik Untan, Jumadi mengatakan berdasarkan ketentuan PKPU untuk Pilgub kampanye akbar boleh dilaksanakan dua kali maksimal. Tentu ini dalam konteks suatu bentuk format kampanye dalam upaya menarik dukungan masyarakat.

“Saya pikir sedikit banyak akan berpengaruh. Walaupun memang model kampanye sekarang lebih banyak dialogis, atau blusukan. Saya pikir semua paslon akan memanfaatkan bentuk tawaran kampanye yang dibuat KPU dan satu diantaranya adalah kampanye akbar, selain dialogis dan debat publik,” terang Jumadi.

Sedikit banyak kampanye akbar atau sekarang disebut rapat umum terbuka akan berpengaruh, karena memang ukuran kehadiran tidak bisa menjadi ukuran, apalagi yang didatangkan artis, paling tidak sedikit banyak akan berpangaruh.

(Baca: Pj Gubernur Kalbar Nilai WPR Jadi Solusi Terbaik Masalah PETI )

“Saya pikir semua pasangan calon punya pertimbangan politik tertentu, dan saya pikir mereka lebih tau, mengenai tempat hanya pilihan saja. Kalau berada dibasis yang lain, atau basisnya sendiri adalag soal strategi politik, karena secara lebih teknis pasangan calon lebih mengetahui,” tambahnya.

Jika menghadirkan tokoh nasional, dalam upaya untuk memanfaatkan ketokohan, tapi saya pikir lebih banyak pada persoalan figur calon itu sendiri, magnet politiknya ada pada calon, kehadiran figur bukan tidak ada dampaknya, namun tidak terlalu signifikan. 

Karena kedatangan tokoh merupakan bagian untuk memompa saja, namun kembali lagi pada paslon itu sendiri karena masyarakat lebih tau paslon ketimbang tokoh yang hadir. Masyarakat akan lebih banyak mempertimbangkan figur atau paslon yang muncul.

(Baca: Viral! Tiga Remaja Parodikan Gerakan Salat Direkam Lewat Aplikasi Tik Tok Tuai Kecaman )

“Sebenarnya kampanye dialogis merupakan kesempatan paslon untuk turun diberbagai daerah, dan tempat mendengar masyarakat yang lebih efektif. Bisa terukur ketimbang kampanye akbar, jadi lebih mudah untuk mengukurnya,” imbuhnya.

Memang kampanye akbar jumlah massa yang hadir ramai, namun kemungkinan dimobilisasi, kehadiran spontanitas dan bahkan sifatnya dimobilisasi jadi susah untuk diukur walaupun satu diantara barometer.

Kampanye akbar silahkan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh paslon, yang terpenting karena sifatnya terbuka dan mobilisasi kita berharap bisa berjalan secara tertib dan konvoi yang berlebihan, tetap menjaga situasi dan kondisi ketertiban.

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here