INDOPOS.CO.ID – Aliansi partai oposisi Malaysia pimpinan Mahathir Mohamad secara mengejutkan berhasil menumbangkan Najib Razak dalam Pemilu Malaysia. Yang menarik, kemenangan itu didapat tanpa ‘menggoreng’ isu  SARA.

Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Alfitra Salam mengatakan, elit politik negeri ini perlu belajar atas dinamika pemilu di Malaysia tersebut. Terutama dalam hal politik sara yang sangat minim.

“Pelajaran yang menarik disana adalah hampir hampir kecil sekali politik sara, mungkin 3 persen,” ucap dia dalam diskusi bertajuk ngobrol media yang digelar DKPP di Kantor Bawaslu Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (16/5).

Ia menjelaskan, Pemilu tahun 2018 di Negeri Jiran itu telah lebih baik daripada pemilu-pemilu sebelumnya. Kata Alfitra, ketika pemilu tahun 2009 dan 2013, isu SARA masih kencang berhembus seperti jsu tentang islamisasi, melayunisasi dan etnis china.

“Sekarang hampir-hampir habis. Menurut saya patut dicontoh di Indonesia, politik SARA di pemilu sekarang hampir nihil, meskipun hoax-hoax di sana-sini masih muncul,” papar dia.

Selain itu, menurut Alfitra, generasi muda disana tidak termakan dengan hoax-hoax tersebut. Sebab, Mahathir mampu memberikan sentuhan-sentuhan berhubungan dengan generasi millenial.

“Kalau di sini, hoax politik, macem macem, tidak menyentuh anak muda,” 

Namun demikian, kata Alfitra, apabila berbicara kedewasaan politik, Malaysia sebanarnya baru saja move on, terutama soal isu SARA tersebut. “Kalau dari segi sara, Malaysia itu sebenarnya terlambat, baru sekarang dia berhenti. Dahulu selama hampir 60 tahun isu sara menonjol,” ujar dia menambahkan. (jaa)

TOPIK BERITA TERKAIT:
#pemilu-indonesia-bisa&nbsp#politik-sara&nbsp

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here