PARIS – Perusahaan media sosial raksasa, Facebook, pada Selasa (15/5) menyatakan bahwa dalam catur wulan pertama 2018, mereka telah menutup 583 juta akun palsu. Akun-akun palsu itu ditutup karena memuat konten gambar seksual atau kekerasan, propaganda teroris atau ujaran kebencian.

“Penutupan ini merupakan bagian dari pemblokiran dari jutaan pembuatan akun palsu yang terjadi tiap harinya,” demikian pernyataan Facebook. “Akun palsu ini berjumlah 3-4 persen dari total akun yang aktif,” imbuh perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, California, Amerika Serikat itu.

Langkah Facebook ini diambil untuk merespons tuntutan transparansi setelah terjadinya skandal penyalahgunaan data privasi pengguna Facebook oleh perusahaan konsultan Cambridge Analytica.

Sortir terhadap segala konten gambar seksual atau kekerasan, propaganda teroris atau ujaran kebencian yang dimuat dalam laman Facebook, dilakukan oleh staf khusus yang dibantu oleh teknologi kecerdasan buatan yang dimiliki perusahaan media sosial raksasa itu.

AFP/I-1

sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here